SELAYANG PANDANG

  • Dibaca: 655 Pengunjung

Dalam Pembukaan UUD 1945, diamanatkan bahwa salah satu tujuan Negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas pendidikan penduduk. Peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Klungkung sangat penting dilakukan karena pendidikan merupakan tiang dan pondasi terpenting dan mendasar dalam kehidupan.

Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan pendidikan penduduk suatu daerah. Faktor tersebut antara lain adalah danya sarana dan prasarana sekolah, pembangunan ekonomi secara umum serta kultur dan social budaya masyarakat. Sarana dan prasarana sekolah yang memadai baik kuantitas maupun kualitas serta penempatan/ lokasi yang tepat akan membuat penduduk mudah menjakau tempat-tempat pendidikan. Dengan perkembangan ekonomi yang baik dapat meningkatkan pendapatan (income) masyarakat, dan akhirnya masyarakat menjadi mampu menyekolahkan anak hingga kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pengaruh kultur dan social budaya memberi dampak pada kesamaan hak dalam memperoleh pendidikan antara laki-laki dan perempuan, perbedaan kasta, suku agama, dan sejenisnya. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan perbedaan-perbedaan tingkat pendidikan yang dicapai dan kesempatan memperoleh pendidikan bagi penduduk baik yang tinggal di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Beberapa indikator yang dapat dipergunakan untuk menggambarkan kualitas pendidikan penduduk di Kabupaten Klungkung adalah sebagai berikut :

 

1.    Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan proporsi antara anak sekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu terhadap kelompok umur jenjang pendidikan tersebut. APK dibedakan menurut jenjang pendidikan.

APK pada dasarnya dipergunakan untuk menunjukan tingkat partisipasi penduduk secara umum pada suatu tingkat pendidikan. Dengan APK, maka dapat terlihat bagaimana kondisi murid pada suatu jenjang pendidikan tanpa melihat usianya. Kalau APS dan APM melihat penduduk usia sekolah sesuai dengan jenjang pendidikannya, maka APK melihat banyaknya atau persentase penduduk pada jenjang pendidikan tertentu tanpa dibatasi oleh usia mereka.

Tahun

Angka Partisipasi Kasar

SD

SMP

SMA

2011

103,29

88,65

103,5

2012

107,87

75,16

101,51

2013

105,42

80,89

121,78

2014

107,57

90,91

115,67

 

Pada tahun 2014, di Kabupaten Klungkung APK SD Sebesar 107,57 persen, APK SMP sebesar 90,91 persen dan APK SMA 115,67 persen. APK yang tinggi menunjukan tingginya tingkat partisipasi sekolah di Kabupaten Klungkung, tanpa memperhatikan ketepatan usia sekolah pada jenjang pendidikannya. Nilai APK yang lebih dari 100 persen menunjukan bahwa terdapat penduduk yang belum mencukupi umur dan atau melebihi umur yang bersekolah pada jenjang tersebut.

 

2.    Angka Partisipasi Murni (APM)

Selain Angka Partisipasi Sekolah, terdapat juga indicator pendidikan Angka Partisipasi Murni (APM). APM merupakan proporsi penduduk pada kelompok umur tertentu yang masih sekolah pada jenjang pendidikan tersebut terhadap penduduk pada kelompok umur tersebut. Pada dasarnya APM digunakan mengukur daya serap system pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. Dengan APM maka tergambarkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai pada jenjang pendidikannya atau dengan kata lain sudah bersekolah secara tepat waktu sesuai dengan umur mereka.

APM juga bisa disusun menurut jenjang pendidikan SD, SLTP, dan SMU. Umumnya APM akan selalu lebih kecil atau maksimal sama dengan APS,  APM tidak memberikan analisa yang berbeda jauh dari APS, tetapi hanya menggambarkan ketepatan seorang anak untuk bersekolah sesuai dengan umur mereka.

            Tahun

Angka Partisipasi Murni

SD

SMP

SMA

2011

92,82

67,69

70,00

2012

96,08

68,69

68,33

2013

97,63

73,74

76,28

2014

97,66

79,01

83,56

APM dari tahun 2011 hinga 2014 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan dalam pemanfaatan fasilitas pendidikan sesuai usia sekolah. Berdasarkan hasil susenas 2014, APM SD Kabupaten Klungkung sebesar 97,66 persen, yang mengidikasikan bahwa sebanyak 97,66 persen penduduk usia 7-12 tahun yang sedang bersekolah di jenjang pendidikan SD. APM SMP sebesar 79,01 persen dan APM SMU hanya sebesar 83,56 persen.

 

3.    Angka Parsisipasi Sekolah (APS)

 

Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan perbandingan antara semua anak yang masih sekolah pada suatu kelompok umur tertentu terhadap penduduk dengan kelompok umur yang sesuai tanpa memperhitungkan jenjang pendidikan yang sesuai dengan umurnya. APS biasanya diterapkan untuk kelompok umur sekolah menurut jenjang pendidikan SD (7-12 tahun), SMP (13-15), dan SMA (16-18 Tahun).

Tahun

Angka Partisipasi Sekolah

7-12

13-15

16-18

2011

99,13

97,21

69,25

2012

100

93,84

75,07

2013

100

96,65

82,77

2014

99,70

100,00

94,49

 

Pada tahun 2014 APS(7-12th) sebesar 99,70 persen. Ini mengindikasikan bahwa seluruh penduduk usia 7-12 tahun telah mengenyam pendidikan tanpa melihat jenjang pendidikan yang sedang ditempuhnya. Sedangkan APS(13-15th) sebesar 100,00 persen dan APS (16-18) sebesar 94,49 persen. Berdasarkan tabel dari tahun 2011 hinga 2014 terdapat kecenderungan peningkatan pada APS setiap kelompok umur, APS yang tinggi menunjukan terbukanya peluang yang lebih besar dalam mengakses pendidikan secara umum.

 

Prestasi Dunia Pendidikan di Kabupaten Klungkung

Dunia pendidikan Kabupaten Klungkung patut dibanggakan, menyusul seorang guru dan siswa mewakili Bali pada lomba guru dan siswa berprestasi ke tingkat nasional. Kedua guru dan siswa wakil Bali ini sudah keluar sebagai juara pertama di tingkat Provinsi Bali, mereka adalah Desak Ketut Wahyu Widyastuti, Guru TK Tunas Harapan di Banjarangkan dan Putu Yudistira Ananta, siswa SDN 1 Semarapura Kangin.

Dalam rangkaian HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, Kabupaten Klungkung juga berhasil mengirimkan 2 siswanya yaitu Komang Ayu Trisna Maharani sebagai anggota Paskibraka dan AA Istri Dessy Sri Wangi anggota paduan Suara Gita Bahana Nusantara pada upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus 2015.

Seorang siswi SDN 1 Semarapura Kangin yang bernama Komang Adriana Tisna Delani juga berhasil mewakili Propinsi Bali dalam lomba cipta puisi tingkat nasional tahun 2015 di Jakarta. Sebelum berhasil mewakili Bali, siswi tersebut telah berhasil menjadi juara pada FLS2N tingkat Propinsi Bali dengan membawakan tiga puisi bertema budaya.

Pada tahun 2015, dua Sekolah Dasar (SD) berhasil maju ketingkat nasional dalam lomba berbeda, sekolah tersebut antara lain SDN 1 Semarapura Tengah ikut dalam lomba Budaya Mutu Sekolah Dasar. Sekolah tersebut maju ke tingkat nasional setelah sebelumnya meraih juara I dalam lomba Gugus tingkat Provinsi Bali. Ada empat aspek yang akan dinilai, meliputi Manajemen Berbasis Sekolah, Perpustakaan, Ekstrakulikuler dan Kegiatan Belajar Mengajar. SDN 1 Dawan Klod sebagai Sekretariat Gugus II Kecamatan Dawan tampil dalam lomba Klub Olahraga SD tingkat Nasional tahun 2015 aspek yang dinilai dalam lomba ini antara lain struktur kepengurusan klub, visi misi klub, jadwal dan program latihan, cabang olahraga yang dibina dan hubungan klub dengan masyarakat.

Gede Sutirta (18), siswa SMAN 1 Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali berhasil lolos empat besar tingkat nasional dalam lomba pidato bahasa Jepang melalui program “The 2015 Japanese-Language Program for High School Student” yang digelar The Japan Foundation Japanese-Language Institute. Setelah memenangkan lomba ini siswa tersebut dikirim ke Kansai di Jepang, dari tanggal 18 Juni - 2 Juli 2015 untuk mempelajari kebudayaan dan kehidupan masyarakat di negara tersebut.

Pekan Olahraga dan Seni Pelajar tingkat Provinsi yang berlangsung dari tanggal 4 s.d. 11 Juni tahun 2015 di ikuti oleh kontingen dari Kabupaten Klungkung. Kegiatan ini memberikan wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat dan prestasinya dalam bidang olahraga dan bidang seni.Pada cabang olahraga Kabupaten Klungkung menduduki peringkat ke-8 dengan memperoleh 14 medali emas, sedangkan pada cabang Seni Kabupaten Klungkung berhasil menduduki peringkat ke-4 dengan memperoleh 2 medali emas.

Pada Porprov Tahun 2015 siswa Kabupaten Klungkung juga mengukir prestasi membanggakan, ATLET Taekwondo Klungkung Sheila Intan Permatasari berhasil menyabet medali emas untuk kontingen PorproV XII Kabupaten Klungkung. Keberhasilan atlit Klungkung yang masih duduk di Kelas 10 IPA IV SMA N 1 Semarapura, Klungkung ini ikut mendongkrak perolehan medali Kontingen Kabupaten Klungkung.

Tiga Siswa SDN 1 Kamasan Klungkung yang kini duduk di kelas 6 terpilih dalam ajang Kanaya International Art Week 2015 di Jepang. Pertukaran pelajar SD ini diikuti oleh seluruh SD di Bali yang dipilih oleh Museum Kanaya sebuah yayasan International yang menangani tentang pelestarian budaya di Jepang. Terpilih ketiga anak didiknya ini melalui lomba karya tulis yang diadakan oleh Musem Kanaya dalam format Essay dengan tema “Apa yang anda inginkan belajar di Jepang”. Ketiga anak siswa SDN 1 Kamasan yang terpilih adalah Bagus Pande Darma Putra (12), Made Dian Juliastini (11) dan Luh Gede Listya Ari Santi (11). Lomba yang dimaksud diselenggarakan dari tanggal 1 sampai 3 September dengan format sebanyak 2 – 4 halaman yang dikirim melalui surat elektronik.

 Selama 6 hari di Jepang, dari tanggal 2 sampai 7 Oktober, anak-anak yang terpilih akan melakukan berbagai kegiatan, seperti belajar bersama anak-anak di Jepang, pertukaran seni dan budaya dengan melakukan pentas tari dan gamelan, melukis bebas yang akan dipajang di Museum Kanaya serta berbagai kegiatan yang akan dilakukan di Museum tersebut.

  • Dibaca: 655 Pengunjung