Klungkung Raih Penghargaan Nasional Keaksaraan Kemendikbud RI

  • 18 Oktober 2016
  • Dibaca: 277 Pengunjung
Klungkung Raih Penghargaan Nasional Keaksaraan Kemendikbud RI

Gaung Gema Santhi benar benar telah meranah di lingkungan pendidikan Klungkung. Betapa tidak berbangga kini Kabupaten Klungkung berhasil meraih penghargaan dibidang pendidikan nonformal. Penghargaan ini diraih berkat keaktifan seorang guru dalam penuntasan buta aksara di Klungkung.

Penghargaan tersebut diraih salah seorang guru di Kabupaten Klungkung Ni Nyoman Suartini, S.Pd. Nyoman Suartini meraih penghargaan tingkat nasional sebagai pegiat pendidikan keaksaraan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan ini diraih atas keaktifannya di pendidikan nonformal sebagai tutor keaksaraan sejak tahun 1999 silam.

Suartini aktif mengajar warga yang buta aksara dari satu tempat ke tempat lain. "Saya bersyukur bisa meraih penghargaan ini," ujar Suartini saat bertemu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, Nyoman Mudarta, Selasa (18/10).

Menurutnya, penghargaan ini akan diserahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional Tahun 2016 di Palu, Sulawesi Tengah, 19 s/d 21 Oktober 2016.

Dijelaskan, penghargaan ini tidak begitu saja dapat diraih. Perjalanan panjang membawanya berhasil meraih berbagai prestasi, salah satunya juara 2 nasional tutor keaksaraan fungsional tahun 2007.

Berdasar rekomendasi dari Disdikpora Klungkung, dari sekian prestasi tersebut akhirnya diajukan ke pusat. Suartini mengaku mengajukan profil tentang prestasi pendidikan nonformal ke pusat bersaing dengan ribuan tokoh masyarakat dan pegiat pendidikan keaksaraan se-Indonesia.

Sebagai satu-satunya peraih penghargaan dari Bali, Suartini mengaku bersyukur. Dihadapan Kabid Pendidikan nonformal dan informal Pemuda dan Olahraga Disdikpora Klungkung, Wayan Watra dan Kasi Pendidikan nonformal dan informal, Ni Nyoman Rudani, guru asal Banjar Tengah, Desa Gunaksa ini mengaku akan terus aktif dan mendukung pemerintah dalam program penuntasan buta aksara.

"Ini adalah tantangan bagaimana kedepannya memajukan pendidikan dan penuntasan buta aksara di Klungkung," lontar guru pengajar seni budaya di SMPN 2 Dawan ini.

Kadisdikpora Klungkung, Nyoman Mudarta mengaku bangga Klungkung kembali meraih penghargaan dibidang pendidikan. Menurut Mudarta, penghargaan ini sejalan dengan program aksi Gema Santi yang dicanangkan Pemkab Klungkung yakni Klungkung mengajar.

Tentunya dengan penghargaan ini akan menambah spirit untuk menuntaskan buta aksara di Kabupaten Klungkung. "Ini sejalan dengan program Bupati yakni Klungkung mengajar," ujarnya. 

  • 18 Oktober 2016
  • Dibaca: 277 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita